Because it's the tiny little things people rarely see
Daun-daun itu ikhlas saja jatuh, tertiup angin dan membusuk di tanah. Kenapa harus daun? Karena sesederhana itulah aku belajar tentang kasih sayangNya. Bukankah setiap daun yg hijau lalu menguning dan jatuh tertiup angin itu tak luput dari penglihatanNya, tak terlupakan dari catatan takdirNya dan tak pernah terselip dari kasih sayangNya. Seakan daun-daun mati itu tetap hidup dalam kasih sayangNya untuk menghidupi tanaman lain yang baru belajar untuk merangkai sel-sel baru.
Aku juga belajar tentang penerimaan dari daun-daun yang jatuh itu. Menerima ketika waktu telah menyelisihi maka tak ada pilihan lagi untuk menolak takdir. Aku belajar untuk tidak membuang waktu dan mengambil seluruh kesempatan sebanyak dan sebaik mungkin. Seakan mempersilahkan masa lalu bercengkrama dengan riang bersama siapa aku di hari ini sembari menatap masa depan dengan ramah yang telah berada di ambang pintu.
Dari daun-daun itu aku belajar. Mungkin kau belajar dari coretan usangmu, dari cerita carita para pendongeng atau bahkan kau belajar dari tetesan hujan yg jatuh. Bukankah ini adalah karunia dari Nya, sebuah karunia yang indah saat kita bisa mempelajari banyak hal dari ciptaanNya.
Be true and you'll see the truth itself :)
Selasa, 10 Juni 2014
Selasa, 08 April 2014
Sebuah Anekdot
Seorang guru bercerita dengan muridnya di suatu sore yang berangin dan hujan.
"Nak, suatu hari seorang pejabat dari indonesia meninggal dan terbangun di kahyangan di mana ia melihat banyak sekali jam. Namun dia melihat ada yang aneh, jam itu ada yang putarannya lambat sekali dan ada yang agak cepat. Karena bingung dia bertanya pada sesosok pria putih-putih di tengah ruangan.
"Permisi pak, ini jamnya kok beda-beda muternya?"
"Oh gini, jam-jam ini adalah penghitung jumlah korupsi di semua negara di dunia, yang lambat berarti ya korupsinya dikit, nah makin cepet ya makin banyak"
"Oh gitu"
Setelah mendapat penjelasan pejabat tadi berkeliling dan melihat-lihat cepat lambatnya jarum yang berputar di suatu negara. Ketika melihat yang lambat dia hanya mengangguk saja namun ketika melihat yang cepat dia tertawa. Namun ada yang aneh, dia tidak melihat jam dari indonesia. Oleh karena itu dia bertanya kembali dengan pria di tengah ruangan tadi.
"Maaf numpang tanya lagi, jam dari indonesia mana?"
"Oh kalo dari Indonesia ada di belakang, jadi kipas angin" "
"Nak, suatu hari seorang pejabat dari indonesia meninggal dan terbangun di kahyangan di mana ia melihat banyak sekali jam. Namun dia melihat ada yang aneh, jam itu ada yang putarannya lambat sekali dan ada yang agak cepat. Karena bingung dia bertanya pada sesosok pria putih-putih di tengah ruangan.
"Permisi pak, ini jamnya kok beda-beda muternya?"
"Oh gini, jam-jam ini adalah penghitung jumlah korupsi di semua negara di dunia, yang lambat berarti ya korupsinya dikit, nah makin cepet ya makin banyak"
"Oh gitu"
Setelah mendapat penjelasan pejabat tadi berkeliling dan melihat-lihat cepat lambatnya jarum yang berputar di suatu negara. Ketika melihat yang lambat dia hanya mengangguk saja namun ketika melihat yang cepat dia tertawa. Namun ada yang aneh, dia tidak melihat jam dari indonesia. Oleh karena itu dia bertanya kembali dengan pria di tengah ruangan tadi.
"Maaf numpang tanya lagi, jam dari indonesia mana?"
"Oh kalo dari Indonesia ada di belakang, jadi kipas angin" "
Langganan:
Postingan (Atom)