Senin, 26 November 2012

Sobekan Kecil Itu

Daun menua namun tidak untuk kenangan
"Sudah pulang?" Tanya temanku yang baru saja sadar kalau aku sudah di sampingnya sejak lama
"Udah dari kemaren tau" Jawabku ketus
"Hmm aku belum memberikanmu hadiah pertemuan kalau begitu" seketika ia menyobek daun yang ada di depan kami
"Here it is!" ia memberikan sebuah sobekan daun dan seketika menghilang pergi
"Jika tiba saatnya, aku akan memberikan daun ini ketika kita telah berhasil menggapai apa yang kita cita-citakan" gumamku dalam hati sambil memandangi sobekan daun itu

Tugas Bahasa Indonesia 1

A. Unsur Interinsik cerpen "Sungai":

1. Tokoh/Penokohan: - Aku (Mencintai alam)
    " Aku diam-diam mencintai kelokan-kelokanya, yang jika dipandang dari atas seperti lukisan abstrak"

2. Latar:
    a. Latar Tempat:
        1) Mata Air Gunung: "Sejak muncul di mata air gunung itu, ia sepertinya mengenalku dan tampaknya jatuh cinta padaku. Ia tidak bertepuk sebelah tangan"
        2) Ranting-ranting pohon: "Apalagi jika kebetulan ada beberapa ekor burung yang berkicau di ranting-ranting pohonan itu"
        3) Padang Pasir: "Sampai pada suatu waktu kami harus menyeberangi sebuah padang pasir"
        4) Di beberapa Tempat: "Di beberapa tempat ia bahkan menggodaku untuk terjun ke airnya yang jernih dan tenang"

    b. Latar Waktu:
        1) Musim Hujan: "Di musim hujan air tercurah dari langit sering tidak bisa ditampungnya. "
        2) Siang Hari: " Dalam perjalananku di bawah matahari yang terik, tanpa putus asa, agar bisa mencapainya jauh di bawah sana."

    c. Latar Suasana
        1) Bingung: "Ia tampak bingung, gamang. Seperti putus asa."
        2) Sedih: "Kami pun akhirnya tetap harus terpisah meskipun saling mencintai."
        3) Bahagia: "Aku, terutama sekali, suka diam-diam terpesona oleh gemuruh suaranya ketika ia harus terjun dari ketinggian ratusan meter-itu mengingatkanku pada beberapa penggal sampak dalam gending Jawa dan simponi Bethoven"

3. Alur: Alur Maju "Sejak muncul di mata air gunung itu, ia sepertinya mengenalku dan tampaknya jatuh cinta padaku. Ia tidak bertepuk sebelah tangan. Tentu aku tidak tau mengapa. Pada hakekatnya ia baik meskipun perangainya suka berubah-ubah, itu menurut penilaian sementara orang. Ia menjalani hidup yang sukar. Begitu muncul dari mata air, ia harus mencari jalanya sendiri, meliuk-liuk, terus bergerak agar tetap dianggap sebagai sungai."

4. Tema: Kesetiaan pada yang dicintai "Namun aku yakin bahwa cinta kami tidak akan terpisahkan, bahkan oleh padang pasir"

5. Amanat: Setiap ada pertemuan pasti ada perpisahan dan kita harus setia pada yang kita cintai.
"Kami pun akhirnya tetap harus terpisah meskipun saling mencintai. Katanya ia akan menyusup di bawah samudra pasir itu sementara aku diharapkanya untuk terus melanjutkan perjalananku. Dalam perjalananku di bawah matahari yang terik, tanpa putus asa, agar bisa mencapainya jauh di bawah sana. Hanya dengan begitu ia akan muncrat ke atas dan menjelma genangan air kecil; itulah wujud cinta kami"

B. Menurut Anda ide cerpen tersebut berasal dari pengalaman seseorang atau bukan? Jelaskan!
Menurut saya cerita itu berasal dari pengalaman seseorang yang telah dianalogikan. Karena menurut saya sering sekali kita menemui kejadian bertemu dan berpisah dalam kehidupan kita sehari hari.

Rabu, 14 November 2012

Awal dari Sebuah Paradigma

Bismillahirrahmaanirrahiim
"Seseorang menilaimu dari apa yang kamu perbuat bukan dari apa yang kamu mampu lakukan" - Nasihat Seorang Guru
Dengan mengharap Ridho Allah SWT. Izinkanlah tulisan ini menjadi awal dari sebuah kebaikan. Dimohonkan nasihat apabila ditemui khilaf dan salah.

Sincerely Me :)